5 Faktor Penyebab Perselingkuhan Menurut Dokter Psikiatri

Perselingkuhan bukan hal baru bagi pasangan yang menjalin suatu hubungan. Siapapun berpotensi selingkuh, entah apapun alasannya. Seorang dokter psikiatri dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, dr Ni Ketut Sri Diniari, menyampaikan 38 persen perselingkuhan bisa terjadi pada pernikahan yang harmonis dan bahagia. Kenapa bisa begitu? Berikut penjelasannya:
5 Faktor Penyebab Perselingkuhan Menurut Dokter Psikiatri
1. Menurut psikiater, ada lima alasan seseorang memilih selingkuh meski hubungannya bahagia. Satu di antaranya dipengaruhi oleh faktor gen

Sri Diniari mengungkapkan ada lima alasan seseorang selingkuh meski sudah memiliki hubungan yang bahagia. Yaitu merasa gagal secara personal, butuh kepuasan, berhasrat menjadi anak nakal, kekhawatiran akan perfoma seksual, dan faktor gen.

2. Seseorang dapat mengetahui pasangannya selingkuh melalui proses berduka, atau yang sering disebut sebagai model Kubler-Ross

Setidaknya ketika seseorang mengetahui pasangan hidup atau kekasihnya selingkuh, akan melewati tahapan-tahapan emosional semacam proses berduka. Proses berduka ini dinamakan model Kubler-Ross, atau dikenal juga dengan sebutan Lima Tahapan Kedukaan (The Five Stages of Grief). Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr Elisabeth K├╝bler-Ross, lewat bukunya pada tahun 1969.

Kubler-Ross dibagi menjadi lima tahapan, di antaranya:
  • Tahap penolakan, dengan ditandai munculnya rasa tidak percaya dan mati rasa
  • Tahap kemarahan, dengan ditandai marah-marah dan adanya kekerasan fisik
  • Tahap bargaining, yakni dengan lebih perhatian, lebih merawat diri hingga seks
  • Tahap depresi, di mana telah lelah, hilang gairah, sedih, tidak nafsu makan ingin mati dan lainnya
  • Tahap penerimaan.
3. Seseorang yang melihat pasangannya selingkuh, cenderung akan membalas selingkuh juga

Lalu apa dampak dari perselingkuhan dalam suatu hubungan? Menurut Sri Diniari, setidaknya ada enam hal yang akan terjadi setelah seseorang mendapati pasangannya selingkuh. Ada yang ingin bercerai, menjadi tidak percaya atau pencuriga, timbul perasaan negatif seperti marah, sedih, kecewa, tidak berharga, dikhianati dan benci. Semua dirasakan secara intens, ungkap Sri Diniari.

Selain itu, dampak lain yang akan terjadi adalah seseorang akan membalasnya dengan berselingkuh juga, hingga gangguan mental berupa depresi, psikotik, gangguan panik, psikosomatik dan lainnya. Namun perselingkuhan juga bisa membawa dampak hubungannya semakin intim.

Dampak secara umum akan dirasakan berbeda-beda, di mana kondisi keluarga tidak tenteram lagi. Hilangnya keharmonisan keluarga, kurangnya perhatian, terganggunya perkembangan jiwa anak, jelasnya.

4. Seseorang yang berhadapan dengan kasus perselingkuhan seringkali ikut mematik api. Lalu apa solusinya?

Sri Diniari juga mengungkapkan, banyak kesalahan yang dilakukan seseorang ketika menghadapi kasus perselingkuhan. Yaitu melakukan segala sesuatu dengan tergesa-gesa, memadamkan api dengan api, mengharapkan segalanya kembali seperti sediakala, tetap menjaga rahasia, menolak kenyataan, dan tidak mengakui telah bersalah. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Cara mengatasinya pastikan dulu kebenarannya. Cari tahu alasannya selingkuh, instropeksi diri, berunding dengan pasangan lalu mengambil keputusan, sarannya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.