7 Risiko Cedera Yang Mungkin Didapat Dari Bersepeda

Bersepeda berkeliling kota memang menyenangkan, apalagi saat sore atau malam hari bersama teman-teman. Seperti yang kita ketahui, bersepeda punya segudang manfaat, yakni meningkatkan kinerja kardiovaskular, peningkatan kekuatan otot hingga penurunan tingkat stres, kecemasan dan depresi, ungkap laman Better Health. Di sisi lain, bersepeda punya sisi negatif bagi kesehatan, lho. Apa saja cedera yang paling sering dialami saat bersepeda?

1. Memar dan luka

Berani bersepeda berarti berani menghadapi risiko terjatuh. Apalagi, ketika kamu terjatuh dengan keras saat bersepeda dengan kencang, maka luka yang ditimbulkan akan semakin parah. Biasanya, memar, luka dan goresan ini hanya bersifat sementara dan bisa sembuh dengan obat antiseptik yang dioleskan ke luka.
7 Risiko Cedera Yang Mungkin Didapat Dari Bersepeda
Setelah terjatuh, segera basuh luka dengan air mengalir lalu keringkan. Setelahnya, oleskan obat antiseptik atau krim antibiotik, lalu balut dengan kain kasa. Jika luka sudah mengering, lepas kain kasa dan biarkan terpapar udara. Namun, jika luka ini parah, kamu perlu perawatan medis dengan cara dijahit atau operasi, jelas laman Yescycling.com.

2. Lecet di area selangkangan

Selangkangan kita memiliki risiko lecet setelah bersepeda, apalagi jika sadelnya keras. Durasi bersepeda pun bisa menimbulkan lecet, terlebih jika bersepeda selama berjam-jam. Efeknya, kita akan merasa tidak nyaman saat bersepeda, duduk maupun berjalan. Ada tiga tahap lecet, yakni abrasi kulit, folikulitis dan abses.

Untuk mencegahnya, ganti sadel sepeda yang keras menjadi lebih empuk, terang laman Bicycling.com. Sehingga, sadel tidak menggesek kulit dan menyebabkan lecet. Jangan lupa gunakan celana khusus bersepeda yang memiliki bantalan busa empuk di bagian selangkangan. Pilih busa yang lentur dan cukup tebal untuk melindungi kita dari lecet.

3. Fraktur

Menurut jurnal berjudul "The Epidemiology of Cycling Fractures in Adults" yang dipublikasikan di tahun 2013, 90,5 persen fraktur yang dialami oleh pesepeda adalah fraktur ekstremitas atas. Sementara, data dari Royal Infirmary of Edinburgh menyebut bahwa 259 dari 7.100 kasus fraktur disebabkan karena bersepeda.

Rata-rata usia pasien fraktur akibat bersepeda adalah 39,3 tahun. 86,5 persen dari semua kasus fraktur bersepeda terjadi di bagian atas tungkai, 10,8 persen terjadi di tungkai bawah dan 2,7 persen terjadi di tulang belakang atau panggul. Lebih lanjut, 64,5 persen fraktur disebabkan karena kecelakaan lalu lintas saat bersepeda.

4. Otot bagian atas tubuh melemah

Keuntungan bersepeda adalah memperkuat otot bagian bawah tubuh, termasuk otot betis dan paha. Sementara, otot bagian atas tubuh cenderung diabaikan dan akhirnya melemah, ungkap laman YesCycling.com. Menurut Robert Hicks dari Cycling Weekly, akibat bersepeda, punggung atas menjadi tidak sehat dan membungkuk.

Apabila kamu lalai melatih otot bagian atas tubuh, maka akan menyebabkan masalah muskuloskeletal dan nyeri. Untuk mencegahnya, latih otot lengan, punggung dan perut. Kamu bisa melatihnya di pusat kebugaran atau gym. Selain itu, kamu bisa melatih otot tubuh bagian atas dengan berenang. It will works!

5. Nyeri lutut

Menurut laman Bicycling, 23-33 persen pesepeda pernah mengalami nyeri lutut. Biasanya, nyeri ini timbul ketika bersepeda dalam durasi lama dan berlatih terlalu keras. Saat mengayuh, jaringan ikat akan tegang, lalu menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Ciri-ciri nyeri lutut adalah mengalami sakit di bagian tempurung lutut (patela).

Nyeri lutut di bagian depan lebih sering terjadi daripada di bagian belakang. Untuk mengatasinya, disarankan untuk menurunkan sadel dan memajukan sadel lebih dekat ke setang sepeda. Sebagai bentuk pencegahan, lakukan pemanasan lebih dulu selama 15 menit, terlebih jika kamu hendak bersepeda dengan durasi lama atau jarak jauh.

6. Pergelangan kaki terkilir

Kamu bertanya-tanya, mengapa pergelangan kaki terasa nyeri dan terkilir setelah bersepeda? Ini terjadi ketika kita mengayuh pedal sepeda, lalu otot kita tertarik ke arah yang salah. Penyebab lainnya adalah kaki yang datar dan bisa diatasi dengan sepatu orthotic.

Lebih lanjut, menurut laman Live Strong, pergelangan kaki terkilir karena kita mengayuh pedal yang terlalu tinggi untuk kaki atau bersepeda di tempat yang agak curam dan terlalu memaksakan diri. Untuk mengatasinya, kompres es pada bagian yang sakit dan minum obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri.

7. Disfungsi seksual

Ini mungkin terdengar seperti mimpi buruk bagi kaum adam. Apakah benar bersepeda bisa menyebabkan disfungsi seksual? Faktanya, laki-laki yang menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bersepeda, lebih rentan mengalami masalah ereksi. Akan semakin parah jika sadel sepeda terlalu keras dan terjadi goncangan saat bersepeda, jelas laman Healthline.

Penjelasannya, duduk di sepeda dalam waktu yang lama akan memberi tekanan pada perineum, area yang membentang antara anus dan penis. Padahal, di dalam perineum ada arteri dan saraf yang memasok darah kaya oksigen ke penis. Alhasil, disfungsi seksual bisa terjadi!

Nah, itulah 7 cedera dan masalah kesehatan yang rentan dialami oleh pesepeda. Semoga kita bisa terhindar dari itu semua, ya!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.