7 Tips Yang Bisa Jadi Referensi Agar Mahir berenang

Survival skill dasar yang seharusnya wajib dikuasai oleh semua orang adalah berenang. Namun sayangnya tercatat hampir 4 miliar orang di dunia ini tidak bisa berenang. Hal itu diungkap dalam laman MySwimPro. Menurut World Health Organization, sekitar 372.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat tenggelam! Nah bagi kamu yang baru mulai belajar berenang, ada baiknya untuk mengikuti 7 tips ini agar bisa lebih cepat mahir. Apa saja? Cek langsung yuk di bawah ini!
7 Tips Yang Bisa Jadi Referensi Agar Mahir berenang
1. Lakukan pemanasan terlebih dahulu

Jangan masuk ke kolam renang sebelum melakukan pemanasan! Fungsinya banyak di antaranya mempersiapkan tubuh agar siap melakukan aktivitas fisik, menaikkan suhu tubuh, meningkatkan aliran darah ke otot, meningkatkan sistem kardiovaskular, serta mengurangi nyeri otot, dan risiko cedera. Hal itu diungkap pada laman Mayo Clinic.

Bagaimana cara pemanasan yang baik dan benar? Kamu bisa memulai dengan berenang santai atau berjalan cepat selama 5 menit, lalu dilanjutkan dengan melakukan peregangan. Saat peregangan, tahan setiap gerakan dengan durasi 10-15 detik dan lakukan dalam 3 set. Setelahnya, kamu bisa jogging di tempat dan mengayunkan lengan atau kaki selama 20 detik. Hal itu diungkap pada laman Swimming.org.

2. Kuasai teknik bernapas yang benar

Teknik bernapas yang digunakan saat berlari dan bersepeda dengan berenang tentu berbeda. Laman Active menyarankan agar kita menjaga wajah supaya tetap di dalam air. Mengapa? Jika kita berenang dengan kepala menghadap ke atas, maka kaki dan pinggul akan terjatuh ke bawah. Akibatnya, kita akan sulit berenang karena lebih banyak hambatan yang dihasilkan.

Bagaimana cara menjaga kepala supaya tetap di dalam air? Coba gunakan kacamata renang yang nyaman dan fokus melihat bagian bawah kolam. Sementara, teknik bernapas yang benar adalah mengembuskan napas saat kepala masih ada di air. Ini dilakukan untuk mengosongkan paru-paru agar tubuh siap menerima udara segar. Lalu, hirup napas dalam-dalam saat kepala muncul ke permukaan air.

3. Tetap gunakan penutup kepala

Tidak sedikit orang yang berenang tanpa penutup kepala. Padahal, sering berenang di kolam yang mengandung klorin bisa membuat kulit kepala mengelupas. Hal itu diungkapkan dalam laman Real Buzz. Selain itu, memakai penutup kepala akan mencegah rambut berantakan, terlebih bagi seseorang yang memiliki rambut panjang.

Menariknya, penutup kepala bisa membuat kita lebih hidrodinamik dan meningkatkan kecepatan berenang sebagaimana diungkapkan pada laman Woman Today. Di sisi lain, rambut bisa menciptakan hambatan yang bisa memperlambat kita. Itulah mengapa para atlet selalu mengenakan penutup kepala saat latihan atau berkompetisi.

4. Jangan lupa gunakan kacamata renang

Seperti apa kacamata renang yang tepat? Pastikan kacamata itu cocok dan merekat erat di kulit untuk mencegah air masuk. Hal itu disampaikan dalam laman Swimming.org. Tetapi, jangan pilih kacamata yang terlalu kencang dan memberikan terlalu banyak tekanan. Pastikan menutup mata dengan sempurna tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di hidung.

Selain itu, pilih kacamata renang yang memiliki lapisan anti kabut dan perlindungan UV. Jangan sampai salah memilih warna kacamata, ya! Untuk kondisi mendung atau saat berenang di dalam ruangan (indoor), gunakan kacamata bertipe clear. Jika kamu berenang di luar ruangan saat sinar matahari sangat terang, gunakan tipe smoke.

5. Perhatikan cara kaki menendang

Cara menendang tidak boleh sembarangan. Jangan sampai lutut bengkok saat berenang, sebab bisa meningkatkan luas permukaan dan resistensi. Akibatnya, kita harus bekerja lebih keras untuk berenang. Menurut laman Summer Solutions, kaki harus selurus mungkin untuk meminimalkan hambatan.

Sementara, menurut laman U.S Masters Swimming, kita bisa memulai dengan tendangan kaki yang lurus, lalu gerakkan lutut ke depan dengan menggunakan otot pinggul. Pastikan lutut dalam keadaan rileks dan dekat dengan permukaan air. Alih-alih menendang ke bawah, lebih baik kaki diarahkan untuk menendang ke belakang untuk memaksimalkan power.

6. Kamu juga bisa menggunakan sirip renang

Mungkin, kamu berpikir kalau sirip renang (swim fin) hanya digunakan untuk snorkeling atau diving. Padahal, sirip renang juga bisa digunakan untuk latihan bagi pemula. Fungsinya banyak, seperti membantu pergelangan kaki agar fleksibel, bisa meningkatkan posisi tubuh dalam air, dan membuat kita berenang lebih cepat sebagaimana disampaikan pada laman Swim Dojo.

Selain itu, sirip renang bisa meningkatkan daya dorong dan stabilitas tubuh seperti dituliskan dalam laman My Swim Pro. Tak hanya itu, sirip juga membangun daya tahan dan membuat kita lebih kuat untuk menendang lebih lama. Lambat laun, jika kamu mulai ahli, kamu tidak akan memerlukan sirip.

7. Habiskan waktu lebih banyak untuk berlatih

Practice makes perfect. Kepercayaan diri kita akan tumbuh seiring semakin banyaknya jam terbang kita di air. Setidaknya, kamu perlu latihan renang 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 2 jam per sesi. Semakin banyak waktu yang kita habiskan di air, kita akan merasa lebih nyaman dan terbiasa. Hal itu disampaikan pada laman DuPage Swimming Center.

Jangan lupa untuk membasuh dan membersihkan peralatan serta pakaian renang kita. Tujuannya tidak hanya untuk menyingkirkan klorin yang menempel, tetapi juga untuk memperpanjang usianya supaya lebih awet, saran laman Real Buzz.

Nah itu 7 tips yang bisa jadi referensi bagi para pemula agar dapat lebih mahir berenang. Semoga berhasil ya!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.